Presiden Jokowi Sebut Perang di Ukraina Perburuk Perekonomian Dunia


PRESIDEN Joko Widodo menyerukan untuk segera menghentikan perang di Ukraina. Menurut Jokowi, perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia.

Dalam KTT Khusus ASEAN-Amerika Serikat (ASEAN-AS) yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, Jumat (13/5), Jokowi mengatakan perang memicu kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi. Hal itu memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di negara berkembang dan kurang berkembang.

“Bagi sebagian anggota ASEAN, kenaikan 10% dari harga minyak akan berdampak menurunnya pendapatan nasional sebesar 0,7% dan kenaikan harga gandum akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1%,” jelas presiden

Baca juga: Makan Malam dengan Biden, Jokowi sebut Kemitraan AS-ASEAN Sangat Penting

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi, menurut Jokowi, juga memprihatinkan. The International Monetary Fund (IMF) menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5% pada 2022 dan 0,2% pada 2023. 

Lalu, Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2%.

“Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi covid-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden juga mengatakan perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antarnegara.

“Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud,” tegas Presiden seperti dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Sabtu (14/5).

Presiden menegaskan lebih dari lima dekade, ASEAN terus membangun arsitektur keamanan yang inklusif, mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong habit of dialogue dan rules based order. Spirit yang sama kami dorong di Indo-Pasifik melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Dalam KTT Khusus yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan juga pemimpin negara-negara ASEAN tersebut, Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif Amerika melalui Indo Pacific Economic Framework (IPEF).

“Tentu kerja sama di bawah IPEF harus inklusif. Saya harapkan sinergi antara IPEF dengan pelaksanaan prioritas kerjasama di AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific),” ucap Jokowi.

Saat Indonesia menjadi ketua ASEAN tahun depan, Jokowi juga menyampaikan rencananya melakukan Indo Pacific Infrastructure Forum.

“Saya berharap partisipasi Amerika Serikat dalam forum tersebut,” pungkas Presiden. (OL-1)






Source link

Leave a Comment